BENDUNGAN BAWAH TANAH

Bendung Bribin digunakan oleh masyarakat Gunung Kidul untuk mengatasi kesulitan air baku saat kemarau tiba. Bendungan ini menyediakan pasokan air baku  sepanjang tahun. Pembangunan yang dikerjakan pada tahun 2004 ini menelan biaya sebesar Rp. 35 milyar yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi DIY,  dan APBD Kabupaten Gunung Kidul. Serta bantuan dari pihak Jerman senilai 1,4 juta Euro untuk technical assistance dan consulting services. Bendungan ini dilengkapi dengan mesin bor berdiameter 2,49 m, turbin, dan 4 unit pompa. Dalam perencanaanya, goa Bribin akan dikembangkan sebagai laboratorium karst dan sungai bawah tanah.

MANFAAT

  • Menjadi tandon air selama musim kering untuk keperluan air baku (rumah tangga, pertanian, peternakan, pariwisata)
  • Memperkaya kandungan air setempat, agar tumbuhan sekitar subur (back to nature)
  • Memproteksi instrusi air laut (untuk lahan yang dekat pantai)
  • Adanya stabilisasi fluktuasi air baku untuk pertanian  dan kepentingan lainnya
  • Tidak banyak mengganggu kondisi alam aslinya

KONSEP

PENERAPAN

  • Cocok untuk daerah dengan jenis batuan aluvial dan batu gamping (limestone)
  • Cocok untuk diterapkan di pulau‐pulau kecil jenis atol, aluvial, dan vulkanik
  • Cocok untuk daerah dengan kegempaan yang tinggi
Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kami siap bekerja sama dengan anda.

Hubungi Kami