BIG GUN SPRINKLER

Sprinkler (Irigasi Curah)

merupakan teknologi yang cocok untuk pemanfaatan lahan kering. Sistem pengoperasiannya dengan berputar (rotating head system). Terdiri dari  1 buah nozzle yang berputar dengan sumbu vertikal akibat adanya gerakan memukul dari alat  pemukul (hammer blade). Sprinkler dari nozzle type BIR versi 1 mampu mencurahkan air irigasi  untuk luasan lahan +1 Ha dengan efesiensi investasi alat sebesar 30% dari harga produk sprinkler di pasaran.

FITUR

  • Material : perpaduan almunium, stainless steel dan kuningan
  • Berat  : 23 kg
  • Putaran per menit: 1.7 RPM

INOVASI

INOVASI BALITBANG PU TINGKATKAN HASIL PANEN JAGUNG DI NTB

Panen raya kali ini di Desa Akar-akar  Kecamatan Bayan, NTB berhasil mencapai 8 – 9 ton/Ha jagung pipil. Peningkatan hasil panen kali ini berkat adanya bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian PUPR khususnya Balitbang, bekerja sama dengan Universitas Mataram sebagai mitra kerja dalam mencari solusi dalam mengatasi kekurangan air yang menjadi problem utama di daerah ini.

Penggunaan Big Gun Sprinkler di desa Akar-akar meningkatkan hasil tanam karena tanaman dapat langsung diberi air. Pemanfaatkan air tanah dalam yang dibangun oleh Proyek Pengembangan Air Tanah NTB,  menyebabkan tanaman jagung hibrida dapat tumbuh dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Balitbang Kementerian PUPR Hendrianto Notosoegondo mengatakan, untuk menjawab isu strategis nasional terkait penanggulangan kemiskinan, Balitbang melakukan kegiatan uji coba teknologi terpadu dalam rangka pengembangan kawasan lahan kering.

Wilayah ini memiliki angka kemiskinan yang cukup besar dan memiliki angka penderita gizi buruk yang sangat tinggi  sehingga pengembangan pertanian tanaman pangan dan pengembangan infrastruktur pedesaan di wilayah lahan kering Lombok Utara  menjadi prioritas untuk ditangani.

Pemilihan teknologi irigasi sprinkler sejalan dengan program yang telah dilaksanakan oleh Dinas PU NTB yaitu mengembangkan 90 unit sumur pompa air tanah untuk pengembangan pertanian tanaman pangan lahan kering di wilayah kecamatan Bayan. Namun sumber daya air yang ada belum dimanfaatkan secara efisien karena masih menggunakan  sistem irigasi  terbuka dengan cara penggenangan. Sistem pengairan ini sangat tidak efisien dan mahal jika digunakan pada lahan kering dengan tekstur tanah pasiran.

Agar pembangunan demo-plot jaringan irigasi sprinkler efektif bagi pengembangan  pertanian lahan kering, Balitbang PUPR dalam hal ini Puslitbang Sumber Daya Air melakukan kerjasama dengan Puslitbang Lahan Kering Tropika Universitas Mataram untuk penelitian budidayanya. Puslitbang Sumber Daya Air melakukan rekayasa  peralatan  yang lebih mengutamakan produk lokal yang efisien dengan tetap mempertahankan kualitas serta kinerjanya.

Hasil rekayasa tersebut berupa sprinkler dan nozzle tipe BIR versi 1  yang mampu mencurahkan air irigasi  untuk luasan kurang lebih 1 Ha lahan pertanian dengan efisiensi investasi kurang lebih 30% dari harga produk sprinkler di pasaran.

Sekretaris Daerah Prov. NTB, mewakili Gubernur  NTB, mengajak  para petani untuk lebih giat menanam jagung sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan nomor dua selain beras. Dan tidak lupa untuk menjaga dan memelihara peralatan sprinkler ini agar tetap terkondisi dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Mudah-mudahan tidak hanya di desa Akar-Akar ini saja yang memperoleh bantuan, namun di Kabupaten lainnya di NTB bisa mendapat bantuan serupa sehingga pencanangan ketahanan pangan dapat terwujud.

Hal lainnya yang menggembirakan para petani adalah BPN akan membantu pensertifikatan tanah di wilayah Akar-Akar ini. (K/Infotek Balitbang).

Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kami siap bekerja sama dengan anda.

Hubungi Kami