GREEN BUILDING

PUSKIM CONVENTION CENTER – GRHA WIKSA PRANITI

Bertempat di Jl.  Turangga no. 3-5 , Bandung, dengan nama GEDUNG  PUSKIM CONVENTION CENTRE GRHA WIKSA PRANITI. Gedung ini dirancang dengan konsep green building yang menerapkan teknologi hasil litbang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi iklim setempat.

Gedung ini dibangun untuk menunjang program 100-0-100 Kementerian PUPR. Menuju masyarakat sejahtera  dalam suatu permukiman. Menuju 100% ketersediaan air bersih dan air minum, 0 % kawasan kumuh, 100% sanitasi yang memadai. Mendukung Nawacita Kabinet Kerja.

Pembicara

Selaku Kepala Bagian Program dan kerjasama Puslitbang Permukiman , Balitbang, Kementrian PUPR. Dipaparkan bahwa Puslitbang Permukiman memiliki banyak produk hasil penelitian yang dapat diaplikasikan dalam proses pembangunan gedung/rumah dlsbnya. Namun banyak yang belum terekspose di masyarakat.

Bagi mereka yang ingin mengaplikasikan berbagai teknologi ini dapat menghubungi Puslitang Permukiman, yang kantor utamanya ada di Jalan Panyawungan, Cileunyi. Kalau tempat acara forum Blogger ini berlangsung, GRHA WIKSA PRANITI (Jalan Turangga) adalah , ruang pamer atau display produk, sebagai Convention Center, dan menjadi percontohan paripurna desain bangunan ramah lingkungan.

Bapak Iwan Suprijanto ST,MT
Selaku perekayasa, bidang perumahan dan lingkungan Puslitbang Permukiman , Balitbang, Kementrian PUPR. Ia memaparkan tentang Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Teknologi ini idenya sudah terpikir sejak lama oleh penemunya.

Motivasi utama pembuatan rumah instan sederhana sehat adalah untuk percepatan pembangunan perumahan, yang back lognya per tahun saat itu cukup signifikan. Dengan gagasannya terinspirasi Lego (mainan anak). (catatan tambahan dari penulis).

Motivasi ke dua , diharapkan pabrikasi rumah ini dapat menyerap tenaga kerja , atau pemberdayaan masyarakat.(catatan tambahan dari penulis).

Motivasi ke tiga, adalah meminimalkan penggunaan kayu. Menurut organisasi world wild internasional, teknologi RISHA ini ramah lingkungan. Karena minim menggunakan kayu.(catatan tambahan dari penulis).

Lalu pemikiran ini dituangkan dalam bentuk penelitian dan studi, sejak tahun 2002. Setelah diaplikasikan dalam bentuk 3 buah panel rumah, maka dilakukan pengujian beberapa bulan di Laboratorium yang dimiliki oleh Puslitbang Permukiman, dan satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Hasil pengujian bangunan tersebut ternyata tahan gempa.

Rencana Launching bulan Juni atau Agustus 2004 karena satu dan lain hal, diundur menjadi tanggal 20 Desember 2004. Launching yang dihadiri oleh 2 menteri , yakni Menteri PU Bapak Ir Djoko Kirmanto, dipl HE, dan Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyari (waktu itu 2 kementerian masih terpisah).

Tanggal 26 Desember, tepat 6 hari setelah peluncuran RISHA, terjadi tsunami di Aceh. Segera teknologi RISHA ini diterapkan dalam darurat perumahan di kawasan korban gempa tsunami Aceh.

Sumber dananya dari beragam negara donatur yang dananya dihimpun serta dikelola oleh organisasi migrasi internasional, atau IOM ( International Organisation of Migration).

Maka dikerahkanlah aplikator yang baru dilatih, untuk memproduksi panel-panel RISHA (ada 3 komponen, P1,P2,P3). Panel RISHA, kalau dalam rumah konvensional, adalah KOLOM.

Tentunya bentuk sederhana ini tidak lahir dari pemikiran yang sederhana, melainkan proses pemikiran yang komprehensif. Jauh ke depan.

Panel inilah yang mobile mudah diangkut ke segala pelosok , untuk dapat dibangun. Kelak jika mereka yang menerima sumbangan rumah akan pindah, dapat dibongkar dan dipindahkan panel ini ke tempat baru.

RISHA teknologinya bisa dipelajari mereka yang bergerak di bidang teknik bangunan. Tentunya harus dengan pelatih yang ditunjuk dan dipercaya oleh PUSKIM. Lalu dalam produksinya harus dengan pengawasan dari PUSKIM juga.

Harga jualnya tentunya berfluktuasi sesuai naik turunnya inflasi dan harga bahan bangunan. Panel RISHA ini berupa bahan adukan (pasir, kerikil dan semen) yang dicetak dalam cetakan besi. Cetakan inilah yang turut menentukan produk panel RISHA.

Panel-panel inilah yang nantinya akan siap dirakit , pesan pagi, sore jadi. Istilahnya BMW.

Tentang RISHA ini bisa dibaca juga di http://puskim.pu.go.id/risha-rumah-instan-sederhana-sehat/ Sekarang ini sudah pernah ada 67 aplikator RISHA . Barangkali mau mencoba? Harus pelajari dulu proses dan kaidahnya.

Ir Budiono Sundaru
Selaku Peneliti Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Puslitbang Permukiman , Balitbang, Kementrian PUPR. . Memberikan penjelasan bahwa tak lengkap membenahi permukiman tanpa melengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik. Selain itu juga perlu ramah lingkungan. Adalah gagasan cemerlang memanfaatkan air hujan. Gedung ramah lingkungan ini mengaplikasikan sistem penampungan air hujan.

Saya amati lingkungan sekitar. Ruang terbuka hijau sebagai pori-pori resapan air, di bawahnya terdapat tempat penampungan air hujan (Sub reservoir).

Bapak Sarbidi ST , MT, mengaplikasikan sistem ini untuk mengoptimalkan sumber daya air hujan. Ia menjelaskan, bahwa air hujan yang deras dari atap dari atap, mengalir lewat paralon ke saluran-saluran (menyerupai selokan) yang mengitari gedung. Selain itu air yang memang langsung dari hujan , juga mengalir ke saluran tersebut.

Air hujan otomatis mengalir ke saluran dimana terdapat batu-batu kapur. Fungsinya untuk menambah kadar mineral dari air hujan tersebut, masuk ke pipa-pipa menuju penyimpanan air. Nantinya air tersebut didistribusikan dan diolah sesuai kebutuhan.

Ada beberapa jenis pengelolaan. Tentu caranya berbeda sesuai dengan tujuan penggunaan dan kebutuhan.Misalkan ada pengolahan untuk siap minum, ada yang untuk keperluan MCK, adapula yang untuk sanitair (closet, cuci, mandi dlsnya).

Dengan demikian, meski pada lahan ini didirikan bangunan, daya serap lahan terhadap air hujan tetap berimbang setidaknya mendekati daya serap lahan terhadap air hujan, saat masih berbentuk lahan kosong. Genangan air tidak membludak dan tidak limpas ke jalan atau ke luar kawasan ini, meski curah hujan sangat tinggi.

Nanti di lapangan, akan ada berbagai penjelasan tentang mumpuninya teknologi pengolahan air hasil penelitian para Peneliti PUSKIM. Jika berminat, bisa menghubungi PUSKIM.

Bapak Sarbidi, ST, MT

SEJARAH

Dulunya pegawai Puslitbang Permukiman Kementrian PU berkantor di Turangga. Tapi sebagian berkantor di Tamansari Bandung. Tentu belum banyak yang tahu, bahwa dulu Puslitbang Permukiman berada di bawah naungan PBB. Inilah lembaga pemerintah, satu-satunya, yang memiliki laboratorium pengujian bahan bangunan dan bangunan terbaik dan terlengkap di Asia Tenggara. Tapi lebih populernya masyarakat menyebutnya PUSKIM. Konsultan arsitektur dan kontraktor/developer tempat saya bekerja (dulu) selalu menguji keandalan beton di tempat ini. Selanjutnya tahun 1991 kantor Turangga maupun kantor Tamansari dipindahkan di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dengan lahan yang sangat luas, di sana berbagai laboratorium yang berkaitan dengan bahan bangunan. Jika berkunjung ke sana, maka kita dapat menyaksikan contoh-contoh bangunan hasil penelitian. Semisal rumah contoh Rika, Ruspin, Campernik, teknologi Pracetak N Panel, teknologi Pracetak C-Plus. Sebenarnya banyak sekali hasil penelitian PUSKIM yang dapat diaplikasikan dalam industri perumahan di negeri kita. Tahun 2005 mulailah diwacanakan lahan milik Kementrian PU ini akan dijadikan apa. Maka seperti yang ada di hadapan saya pagi itu, sebuah bangunan ramah lingkungan. Pada bangunan ini diterapkan DESAIN DENGAN KAIDAH BANGUNAN HIJAU.

FITUR

  • Konsep bangunan hijau
  • Efisiensi energi
  • Efisiensi dan konsevasi air (zero runoff)
  • Optimasi desain
  • Bahan bangunan ramah lingkungan
Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kami siap bekerja sama dengan anda.

Hubungi Kami