Jaringan Irigasi Perpipaan

Untuk meningkatkan hasil pertanian diperlukan teknologi tekait pendistribusian air yang efektif di samping mengembangkan jenis atau mutu tanaman. Teknologi yang dikembangkan oleh Puslitbang SDA terkait pendistrbusian air irigasi diantaranya adalah teknologi jaringan irigasi sistem perpipaan.

Irigasi perpipaan adalah sistem irigasi yang penyalurannya menggunakan bahan pipa sebagai sarana pendistribusian air yang lebih efisien dan kehilangan air di sepanjang saluran dapat diminimalkan. Irigasi pipa juga lebih mudah diatur dan diukur.

Keuntungan

  • Air irigasi akan cepat sampai tujuan
  • Efisiensi akan lebih tinggi
  • Tidak mudah tercemar oleh keadaan sekitarnya,sehingga pada umumnya dapat digunakan sebagai air minum, mandi dan mencuci, bahkandapat dibuat fasilitas khusus untuk itu di dekat rumah penduduk.
  • Volume pembagian air dapat diketahui
  • Pemasangan pipa dan bangunan pelengkapnya cukup sederhana dan mudah.
  • Menghemat luasan tanah yang digunakan untuk jaringan
  • Pembagian air dapat lebih tepat dan cepat dibanding dengan penggunaan saluran terbuka

Lokasi Penerapan

Desa Srumbung menjadi salah satu daerah yang terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.  Pasca erupsi, bahaya akan banjir debris mengancam terutama pada musim hujan. Banjir debris yang salah satunya menerjang Kali Putih di Kabupaten Magelang membawa material seperti pasir dan batu besar mempunyai daya rusak yang tinggi. Selain merusak permukiman yang berada di bantaran sungai, banjir debris ini juga merusak  intake / sungapan irigasi pipa yang yang bersumber di Kali Putih, dan hal ini berakibat pada tidak dapat beroperasinya irigasi perpipaan seperti yang terjadi di Desa Srumbung. Rusaknya saluran irigasi perpipan ini  mengakibatkan sawah petani Desa Srumbung tidak dapat terairi secara maksimal serta pola tanam belum optimal.

Masyarakat Desa Srumbung merasakan manfaat teknologi ini karena dapat menambah pasokan air dengan  sistem yang sederhana sehingga masyarakat dapat dengan mudah menerapkannya. Selanjutnya, Pemerintah desa melalui kelompok tani Lancar Rejeki akan melakukan operasi dan pemeliharaan (OP) teknologi jaringan irigasi perpipaan yang telah terbangun.