JUDESA

(Jembatan Untuk Desa)

Merupakan teknologi terkait jembatan untuk menangani masalah aksesibilitas masyarakat desa dan penyediaan Infrastruktur jembatan sederhana yang terbatas.

Salah satu penyebab daerah pedesaan di Indonesia masih tertinggal adalah minimnya prasarana dan sarana transportasi diantaranya bangunan jambatan. 45 persen desa di Indonesia atau sekitar 32.379 desa termasuk desa tertinggal, sehingga desa-desa tersebut berpotensi untuk diterapkan teknologi Judesa.

Keunggulan Judesa

  • Material pre pabrikasi yang dapat disiapkan untuk dikirim ke lokasi
  • Sistem jembatan modular untuk kemudahan pembangunan dengan swadaya masyarakat
  • Metode konstruksi satu arah/dari satu sisi sungai (sesuai untuk membuka jalur perintis dan mengurai pengangkutan material menyebrangi sungai)
  • Mengurangi komponen sistem pengaku ikatan angin menggunakan sistem struktur lantai yang monolit dan cukup kaku terhadap gaya lateral
  • Penggunaan tiang tunggal yang dapat mengurangi biaya material struktur jembatan
  • Untuk bentang 80-120 meter persegi, dapat digunakan integrasi 2(dua) sistem jembatan asimetris (asimetris ganda)

Spesifikasi Teknik Judesa

Tipe Jembatan Jembatan Gantung Asimetris
Panjang Jembatan 40-60 meter

>60 meter (Double Asimetris)

Lebar Jembatan 1,8 meter
Standar Beban Pejalan Kaki & Sepeda Motor
Bangunan Atas (Pilon, Sistem Lantai, Klem Penggantung) Baja Struktur SS400

Tegangan Leleh (fy) 250 MPa

Tegangan Ultimit 410 MPa

Batang Penggantung Baja Struktur SS400

Tegangan Leleh (fy) 250 MPa

Tegangan Ultimit 410 MPa

Kabel Utama & IKatan Angin Kabel Utama dia. 50mm

Ikatan Angin dia 19mm

Tegangan Leleh min. 1500 MPa

Sistem Lantai Modul Baja 0,9m x 2,0m
Bangunan Bawah Pondassi Sumuran, beton siklop mutu K-200
PT Swadaya Graha

PT Valuindo Utama

PT Mega Nusantara Persada

PT Data Komunika Prima

PT Hanggar Prima Manggala