RISHA

merupakan rumah layak huni dan terjangkau yang dibangun secara bertahap berdasarkan modul, dengan waktu yang diperlukan dalam proses pembangunan setiap modul 24 jam oleh 3 pekerja. Karena ukuran komponen mengacu pada ukuran modular maka komponennya memiliki sifat fleksibel dan efisien dalam konsumsi bahan bangunan. Terdapat 67 aplikator dan diterapkan sebanyak + 10.000 unit di Aceh paska Tsunami.

Keunggulan

  • Cepat
  • Murah
  • Ramah lingkungan
  • Tahan gempa
  • Movable (knock down)
  • Ringan
  • Dapat dimodifikasi sebagai bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya

Mengapa RISHA?

Harga rumah yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah ancaman serius bagi anak muda Indonesia. Sebab, rata-rata peningkatan pengasilan setiap tahun justru tidak sebanding dengan lonjakan harga rumah.

contoh kasus

BPS Yogyakarta mendata jumlah total aparatur sipil negara daerah menurut tingkat pendidikan dan daerah penempatan di DIY, kuartal I-2016 sejumlah 55.412 pegawai. Dari besaran jumlah tersebut, pegawai dengan tingkat pendidikan akhir doktor hanya 4 orang, master sebanyak 2.297 orang, dan sarjana 24.815 orang. Sisanya pegawai lulusan DIII, SMA, SMP, dan SD.

Melihat data tersebut, ASN dosen yang memenuhi syarat untuk menjadi profesor 4 orang. Empat orang inilah yang berpeluang besar bisa kredit rumah dengan mudah. Sisanya, hanya berpeluang melunasi KPR separuh hidup.

Sementara ribuan lain yang bergaji UMR dan masih lajang bisa jadi terancam tunawisma.

Download Brosur

RISHA KONSEP KNOCK DOWN

RISHA merupakan rumah dengan konsep knock down, di mana proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Maka pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat.

Setelah melalui proses pengembangan sejak 2004, rumah ini diklaim memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sesuai namanya, RISHA, yang hingga kini telah didirikan di lebih dari 60 wilayah di Indonesia dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit, lebih diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke bawah.

Kepala Pulitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin, menjelaskan bahwa RISHA dirancang sedemikian rupa agar biaya produksi maupun pemasangannya tidak membebani konsumennya. Karena itu pula, ia mendorong pelaku UKM untuk mengembangkan usaha produksi panel beton.

SOLUSI RISHA

Sistem pembangunan dengan RISHA, memungkinkan untuk 2 lantai, dengan persyaratan :

a) Beban hidup untuk lantai dan rumah tinggal sederhana dengan beban 125 kg/m2, harus dihindari perubahan fungsi ruang, misal berubah peruntukannya menjadi gudang, perpustakaan, asrama, atau lantai sekolah.
b) Konstruksi lantai digunakan konstruksi balok loteng dan papan kayu atau multi block. Untuk rumah bertingkat sederhana, sudah dicoba dengan lantai keramik – beton.
c) Untuk lantai dari bahan beton bertulang, belum direkomendasikan.

Seperti halnya permainan anak – anak lego yang bisa dibongkar pasang, begitu juga dengan RISHA. Kompenennya dibuat secara pabrikasi dengan kostruksi penyusun rumah berdasarkan ukuran modular.

Sistem ini dibuat dengan tujuan mendukung Kepmen Kimpraswil No.403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Rumah Sederhana Sehat (RSH). RISHA merupakan solusi untuk perumahan masyarakat yang berpenghasilan rendah, pengungsi korban bencana, dan rumah darurat.

Dari segi kualitas juga sangat terjamin, karena sebagian besar material adalah fabrikasi, sehingga meminimalisir faktor kesalahan manusia. Tidak hanya itu, dari segi biaya juga sangat kompetitif,

“Hanya sekitar 50 juta per unit tipe 36, sudah lengkap dengan kamar mandinya”.

Untuk memasyarakatkan RISHA, Kemenpupera dan Indocement juga akan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi dan mendirikan rumah instan murah ini. Kepada UKM-UKM dipersilakan (RISHA) untuk diproduksi.

“Untuk menjadi Aplikator Risha dan Pengembang RISHA, anda dapat menghubungi PKPT di kementerian PUPR”.

Untuk UKM (usaha kecil menengah) kami memberikan lisensi secara cuma-cuma, dan juga memberikan pelatihan, syaratnya mengajukan surat permohonan saja ditujukan Kepada Kepala Puslitbang Permukiman (Kementerian Pekerjaaan Umum). Syarat utama kemauan dan keyakinan terhadap teknologi tersebut, dan tentunya perlu ada wadah formal, seperti koperasi atau CV.

“Keberadaan PKPT menurut saya merupakan sebuah kemajuan di Kementerian PUPR. Mengapa? Karena dalam menentukan sebuah kebijakan, Kementerian dapat memperoleh kajian yang dalam namun ringkas sehingga memudahkan pembuatan sebuah kebijakan. Dulu banyak kajian berupa laporan setebal batu bata yang membuat pengambil keputusan malas membacanya. Sekarang oleh PKPT laporan tersebut dapat disimpulkan dalam sebuah kajian singkat dan padat berupa policy brief dan policy paper yang enak dibaca. Bravo PKPT”
AGUS PAMBAGIO (Pemerhati Kebijakan Publik dan Konsumen)

FITUR RISHA

Daftar harga panel RISHA (per meter persegi)

  • Komponen P1: Rp. 110 ribu
  • Komponen P2: Rp. 100 ribu
  • Komponen P3: Rp. 90 ribu
  • Panel dinding: Rp. 160 ribu
  • Panel kusen: Rp. 50 ribu

Untuk membangun satu modul RISHA (3 x 3 m), diperlukan 24 panel struktural RISHA P1, 8 panel struktural RISHA P2, dan 8 panel penyambung P3 (simpul). P1 memiliki ukuran tebal 2,5 cm, lebar 30 cm, tinggi 120 cm yang dikelilingi frame ukuran 6 x 10 cm. P2 memiliki tebal 2,5 cm, lebar 20 cm, tinggi 120 cm yang dikelilingi frame ukuran 6 x 10 cm. P3 (simpul) memiliki ukuran tebal 2,5 cm, lebar 30 cm, tinggi 30 cm, dan dikelilingi frame ukuran 6 x 10 cm.

Rincian pembangunan rumah tipe 33 di Tanjung Anom (total Rp. 47  juta) dengan lantai semen pelur:

  • Panel struktur (gabungan P1, P2, dan P3) = 142 m2 (+-Rp. 14,2 juta)
  • Panel dinding = 44 m2 (Rp. 7,04 juta)
  • Panel kusen = 40 m2 (Rp. 2 juta)
  • Atap, kaca, sanitair, daun pintu, finishing, dll = +-Rp. 24 juta.

Catatan: Biaya pembangunan rumah bisa lebih murah hingga menjadi Rp. 35 juta jika mengkombinasikan panel dinding beton dengan papan gypsum.

PORTOFOLIO RISHA

Imam Muzakir, jurnalis bidang perumahan dari harian terkemuka berpendapat bahwa teknologi yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR bisa mempercepat Program Sejuta Rumah.

“Lebih baik mendorong lagi Puslitbangkim agar menciptakan teknologi baru yang eco green sehingga Program Sejuta Rumah bisa dikejar, karena supply saat ini sangat kurang, sementara demand akan rumah murah sangat banyak.” ia mengatakan.

Respon dari peminat produk RISHA cukup tinggi, dan saat ini lebih diminati untuk kebutuhan pembangunan vila, karena keunikannya, sedangkan untuk kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mengalami kendala karena belum adanya sistem pembiayaan yang dapat memfasilitasi kemampuan mereka, sedangkan peminatnya akan teknologi ini dirasakan cukup tinggi.

1. CV. Anugrah Karya Gemilang

Alamat Kantor : Komplek puri cipageran indah I Blok E no.128 A Cipageran,Cimahi Utara, kota Cimahi,Propinsi Jawa Barat.

Contact Person : Ibu Sumiyati ,Telp (022) 6653887 ,Hp.0889-2812-639

2.CV. Mukti Aji

Alamat kantor : Jl.Urip Sumohardjo no.186 Cilacap.

Contact Person : Bpk.Soni ,Hp 0815-7121-235

3.PT.Wajako

Alamat kantor : Jl.Mawar no.121 Tabanan,Propinsi Bali

Contact Person : Ir.Wayan Dic S., M.Sc.,Hp.0812-3958-520/0888-3811-648

Email : wayansantana60@yahoo.com

Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kami siap bekerja sama dengan anda.

Hubungi Kami