Teknologi Jalan dan Jembatan

Jembatan Untuk Desa (JUDESA)

Merupakan teknologi terkait jembatan untuk menangani masalah aksesibilitas masyarakat desa dan penyediaan Infrastruktur jembatan sederhana yang terbatas.

Baca Selengkapnya

Tambalan Cepat Mantap (TCM)

Metode Tambalan memiliki efektifitas tambalan yang tinggi karena cara kerja yang mudah dan cepat, biaya operasional yang relatif murah, serta kuat dan tahan lama.

Baca Selengkapnya

Ruang Henti Khusus (RHK)

 Adalah salah satu cara pengaturan lalu lintas dengan mengatur tempat antrian sepeda motor dengan kendaraan roda empat atau lebih pada saat berhenti di pendekat simpang bersinyal.

Baca Selengkapnya

Jembatan

Teknologi jembatan asimetris mempunyai banyak kelebihan, diantaranya menggunakan material pre-fabrikasi, bentang yang dapat hingga 120 m, dan biaya pembangunannya yang relatif murah.

Baca Selengkapnya

Aspal Buton

Teknologi Asbuton terus dikembangkan baik dari sisi jaminan kualitas dan teknik penghamparan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR.

Baca Selengkapnya

Perkerasan Jalan

Aplikasi beton semen sebagai perkerasan jalan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1985 , dan perkembangannya sampai saat ini terus meningkat. Hal ini dapat dilihat di jalan tol, jalan Nasional/Propinsi dan jalan Kabupaten/Kota yang telah menggunakan perkerasan beton semen.

Baca Selengkapnya

Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan

Teknologi Simbagas memberikan informasi mengenai kondisi struktural jembatan untuk menentukan penanganan yang dibutuhkan kondisi jembatan di lapangan.

Baca Selengkapnya

Geoteknik Jalan

Rumput Akar Wangi atau Vetiveria Ziazionides adalah rumput tropis yang memiliki banyak kelebihan.  Akar-akar vetiver  yang masuk ke dalam tanah akan berfungsi seperti kolom-kolom beton yang menahan tanah agar tidak longsor sehingga tanah menjadi stabil.

Baca Selengkapnya